Kamis, 31 Juli 2014

MEDIA MUNAFIK YANG PINTAR BERBICARA

Waspada Media Bayaran Untuk Menipu Publik


HIDUP di era kebebasan media, bak hidup di hutan belantara. Harus serba waspada. Jika tidak, bisa menjadi mangsa berita. Orang menyebutnya era keterbukaan, namun sejatinya adalah zaman penipuan.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW menceritakan keadaan manusia di akhir zaman:
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).




1]. Kedepankan Su’udzan Kepada Wartawan

Jika kita perhatikan media yang berkembang di sekitar kita, sebagian besar wartawan yang menjadi kru media liberal, bergelimang dengan dosa dan maksiat. Anda bisa perhatikan, hampir semua stasiun televisi swasta tidak lepas dari yang namanya sex advertising. Presenter wanita dengan busana pamer aurat. Mereka melakukan perbuatan maksiat secara terang-terangan. Standar penyampaian berita dibuat sebisa mungkin jauh dari islam. Nampaknya kondisi maksiat menjadi ’gawan bayi’ dalam dunia broadcasting yang berkembang di tempat kita.

Waspada! Munafik yang pandai bicara
Dari Umar bin Khatab ra, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

Keadaan yang paling aku takutkan menimpa umatku, setiap orang munafik yang pintar bicara. (HR. Ahmad 143 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Bad news is good news. Prinsip paling jahat yang menjadi acuan dunia media.

Terlepas apakah berita itu mendidik ataukah tidak. Bagi media, itu tidak penting. Yang lebih penting, bagaimana mereka bisa membumikan ideologi dan pemikirannya, melalui alat yang disebut informasi. Sejuta kata indah, bisa memoles dusta menjadi berita.

2]. Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah

Kami tidak akan memberikan banyak komentar untuk bagian ini. Karena Rasulullah SAW telah memberi nasihat tegas masalah ini.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seseorang dianggap pendusta, ketika dia menceritakan semua berita yang pernah dia dengar. (HR. Muslim dalam Muqadimah shahihnya dan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 25167).


Like And Share !

NASI SUDAH MENJADI BUBUR

"Nyesel Gue Pilih Jokowi, Mending Prabowo"




Para pedagang di Pasar Kemuning/Mede Jatinegara, Jakarta Timur, banyak yang ngedumelkesal akibat ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. 

Awalnya, sejumlah pedagang sambil bersungut-sungut memindahkan barang dagangan mereka yang digelar di pinggir jalan dan trotoar. Suasana masih berlangsung kondusif. Namun, setelah seorang pedagang pakan ikan diangkut perlengkapan dagangnya, sejumlah pedagang lain ikut membela. 

Beberapa pria menggerutu sambil menyalahkan Jokowi dan Ahok. Sorakan kecewa terhadap dua tokoh itu juga terdengar. Ada juga yang mengaitkannya dengan masalah Pemilu Presiden 2014 lalu. 

"Nyesel pilih Jokowi, bilangin ke Jokowi ya, intinya pedagang sininyesel pilih dia," ujar seorang pria kepada wartawan. 




"Ini karena Ahok nih. Yang dibela paling yang itu aja (menyebut etnis)," ujar pedagang lainnya. 

"Emang dia mau kasih makan anak bini gue apa? Nyesel gue pilih Jokowi, mending Prabowo," kata pedagang lain.

Tak hanya Jokowi dan Ahok, pedagang juga sempat memprotes media. "Ngapain liput-liput? Jangan ngomong sama wartawan. Paling enggak dibelain," seru yang lain. 

Muhammad Sani (38), seorang pedagang ikan, mengatakan kecewa dengan penertiban tersebut. Sani menilai, pemerintah dan seluruh jajarannya tidak berpihak kepada rakyat. 

"Kita nyari duit halal. Daripada suruh kita jadi pencuri. Ini masih hari raya Idul Fitri, lho. Harusnya disediain tempat dulu baru digusur," ujar Sani. 

Sani mengaku, dia tidak menyalahkan pemimpin DKI atas masalah ini. "Saya netral, enggak peduli ini dari pemda atau apa, yang penting saya bisa usaha. Kalau begini yang ada nambahpengangguran. Emang mereka ngasih kita makan apa?" katanya kesal. 

Sebelumnya, puluhan petugas Satpol PP menggusur PKL dan parkir liar di Jatinegara. Petugas memindahkan dan mengangkut lapak PKL yang dibiarkan teronggok oleh pedagang. Sementara itu, yang diselamatkan pedagang tidak diambil petugas. Puluhan petugas terlibat dalam penertiban tersebut.


Makanya Penyesalan Itu Bukan Di Awal Tapi Diakhir...Terasa Sakitnya Itu Di Dalam Dada.


Like And Share !


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/07/31/11323001/.Nyesel.Gue.Pilih.Jokowi.Mending.Prabowo.

TERBONGKARNYA "CSIS" DAN RAHASIA JENDRAL ANTI ISLAM

Rahasia Moerdani, Agum dan Megawati



Saya pernah menempuh pendidikan di sekolah milik Cosmas Batubara, tokoh eksponen’66 yang menghadiri rapat di rumah Fahmi Idris yang juga dihadiri Sofyan Wanandi (Jakarta Post).

Rapat mana untuk pertama kalinya Benny Moerdani mengungkap rencana menggulingkan Presiden Soeharto melalui kerusuhan rasial anti Tionghoa dan Kristen (Salim Said, Dari Gestapu Ke Reformasi, Penerbit Mizan, hal. 316). 

Salah satu kegiatan wajib di sekolah milik Cosmas Batubara adalah melakukan retreat dan tahun ajaran 1992-1993, seluruh siswa kelas 5 SD retreat selama lima hari di sebuah wisma sekitar Klender yang lebih mirip asrama daripada tempat retreat.

Wisma lokasi retreat tersebut sudah sangat tua dan berdesain khas gedung tahun 1960an. Sejak awal menjejakan kaki di sana saya sudah merasakan aura  yang tidak enak dan ini sangat berbeda dari lokasi retreat lain seperti Maria Bunda Karmel di puncak.

Adapun kegiatan selama retreat lebih menekankan kepada kedisiplinan dan melatih mental sehingga setiap kamar tidak ada kipas angin atau AC, dan selama retreat kami dipaksa bangun jam 4 pagi ppadahal baru tidur rata-rata jam 11 malam, ada puasa sepanjang hari, berdoa semalam suntuk dan ada beberapa kegiatan yang tidak lazim seperti diminta mencium dan mengingat bau bumbu masakan atau bunga yang disimpan dalam beberapa botol kecil selanjutnya mata ditutup dan setiap anak akan disodori botol-botol tadi dan diminta menebak bau/wangi apa. 




Puluhan tahun kemudian saya membaca bahwa pada tahun 1967 tempat pendidikan Kaderisasi Sebulan (Kasebul) milik Pater Beek dipindahkan ke Klender, Jakarta Timur yang memiliki tiga blok, 72 ruangan dan 114 kamar tidur. Apakah lokasi yang sama Kasebul dengan tempat retreat adalah tempat yang sama? Saya tidak tahu.

Puluhan tahun kemudian saya masih ingat pengalaman selama lima hari yang luar biasa melelahkan tersebut padahal saya tidak ingat pengalaman retreat saat di Maria Bunda Karmel, dan karena itu saya menjadi paham maksud Richard Tanter bahwa metode Kasebul yang melelahkan jiwa dan raga tersebut pada akhirnya akan menciptakan kader yang sepenuhnya setia, patuh kepada Pater Beek secara personal, menjadi orangnya Beek seumur hidup dan bersedia melakukan apapun bagi Pater Beek sekalipun  kader tersebut sudah pulang ke habitat asalnya.

Apakah Kasebul masih dilakukan hari ini mengingat kekuatan Katolik dan Paus di Roma sudah tidak sekuat puluhan tahun silam, namun saya yakin Kasebul masih ada setidaknya tahun 1992-1993 sebab  Suryasmoro Ispandrihari mengaku kepada Mujiburrahman bahwa tahun 1988 dia pernah ikut Kasebul dan diajarkan untuk anti Islam, pernyataan yang dibenarkan oleh Damai Pakpahan, peserta Kasebul tahun 1984. Oleh karena itu saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan murid-murid pertama Pater Beek seperti Jusuf Wanandi, dan Sofyan Wanandi di CSIS bila mereka sampai hari ini tidak bisa melepas karakter Ultra Kanan untuk melawan Islam, bagaimanapun begitulah didikan Pater Beek, tapi tetap saja mereka tidak bisa dimaafkan karena mendalangi Kerusuhan 13-14 Mei 1998 dan harus diproses secara hukum.

Upaya menggerakan massa untuk jatuhkan Presiden Soeharto bisa dianggap dimulai pada tanggal 8 Juni 1996, ketika Yopie Lasut selaku Ketua Yayasan Hidup Baru mengadakan pertemuan tertutup dengan 80 orang di Hotel Patra Jasa dengan tema “MENDORONG TERCIPTANYA PERLAWANAN RAKYAT TERHADAP REZIM ORDE BARU DI DAERAH-DAERAH” yang dihadiri antara lain oleh aktivis mahasiswa radikal, tokoh LSM, mantan tapol, Sofyan Wanandi-Megawati Soekarnoputri-Benny Moerdani. 

Tidak berapa lama kemudian, operasi Benny Moerdani untuk meradikalisasi rakyat dengan tujuan “mendorong” mereka bangkit melawan Presiden Soeharto dimulai ketika pada tanggal 22 Juni 1996, Dr. Soerjadi, orang yang pada tahun 1986 pernah diculik Benny Moerdani ke Denpasar dan akhirnya menjadi Ketua PDI periode 1986-1992 dengan diperbantukan Nico Daryanto dari CSIS dan bekerja di bank milik kelompok usaha Sofyan Wanandi yaitu Gemala Grup dan akhirnya menjadi Presiden Direktur PT Aica Indonesia, akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PDI menggeser boneka Benny Moerdani untuk menggantikan Presiden Soeharto yaitu Megawati Soekarnoputri dalam kongres yang juga dibiayai oleh Sofyan Wanandi. 

Adapun menurut kesaksian Alex Widya Siregar, terpilihnya Megawati Soekarnoputri pada munas tahun 1993 adalah karena Direktur A Badan Intelijen ABRI waktu itu yaitu Agum Gumelar menggiring peserta munas ke Hotel Presiden sambil ditodong pistol dan mengatakan “Siapa tidak memilih Megawati akan berhadapan dengan saya.” Belakangan diketahui bahwa Agum Gumelar adalah salah satu anak didik yang setia kepada Benny Moerdani dan bersama Hendropriyono menerima perintah untuk seumur hidup menjaga Megawati Soekarnoputri. 

Sebulan kemudian pada tanggal 27 Juli 1996 terjadi penyerbuan ke kantor PDI oleh massa Dr. Soerjadi menghantam massa PDI Pro Mega yang sedang berorasi di depan kantor PDI, dan Megawati telah mengetahui dari Benny Moerdani bahwa penyerbuan akan terjadi namun dia mendiamkan sehingga berakibat matinya ratusan pendukung Megawati dan menelan korban harta dan jiwa dari rakyat sekitar. Pada hari bersamaan Persatuan Rakyat Demokratik yang didirikan oleh Daniel Indrakusuma alias Daniel Tikuwalu, Sugeng Bahagio, Wibby Warouw dan Yamin mendeklarasikan perubahan nama menjadi Partai 


Rakyat Demokratik yang mengambil tempat di YLBHI, dan selanjutnya pasca Budiman Soejatmiko dkk ditangkap, pada Agustus 1997 PRD deklarasikan perlawanan bersenjata. 
Hasil karya CSIS-Benny Moerdani-Megawati dalam Kudatuli antara lain: berbagai gedung sepanjang ruas jalan Salemba Raya seperti Gedung Pertanian, Showroom Auto 2000, Showroom Honda, Bank Mayapada, Dept. Pertanian, Mess KOWAD, Bus Patas 20 jurusan Lebak Bulus - Pulo Gadung, bus AJA dibakar massa. Sepanjang Jl. Cikini Raya beberapa gedung perkantoran seperti Bank Harapan Sentosa dan tiga mobil sedan tidak luput dari amukan massa dll.

Selanjutnya pada hari Minggu, 18 Januari 1998 terjadi ledakan di kamar 510, Blok V, Rumah Susun Johar di Tanah Tinggi, Tanah Abang sesaat setelah jam berbuka puasa yang membuat ruangan seluas 4 x 4 meter tersebut hancur berantakan. Langit-langit yang bercat putih porak-poranda, atap ambrol, dinding retak, salah satu sudut jebol dan di sana sini ada bercak darah. Menurut keterangan Mukhlis, Ketua RT 10 Tanah Tinggi bahwa Agus Priyono salah satu pelaku yang tertangkap saat melarikan diri, ditangkap dalam kondisi belepotan darah dan luka di bagian kepala dan tangannya, sementara dua lainnya berhasil kabur. Setelah melakukan pemeriksaan, polisi menemukan: 10 bom yang siap diledakan, obeng, stang, kabel, botol berisi belerang, dokumen notulen rapat, paspor dan KTP atas nama Daniel Indrakusuma, disket, buku tabungan, detonator, amunisi, laptop berisi email dan lain sebagainya. Dari dokumen tersebut ditemukan fakta bahwa Hendardi, Sofyan Wanandi, Jusuf Wanandi, Surya Paloh, Benny Moerdani, Megawati terlibat dalam sebuah konspirasi jahat untuk melancarkan kerusuhan di Indonesia demi gulingkan Presiden Soeharto.





Temuan tersebut ditanggapi Baskortanasda Jaya dengan memanggil Benny Moerdani (dibatalkan), Surya Paloh (metro tv) dan kakak beradik Wanandi dengan hasil:

1. Surya Paloh membantah terlibat dengan PRD namun tidak bisa mengelak ketika ditanya perihal pemecatan wartawati Media Indonesia yang menulis berita mengenai kasus bom rakitan di Tanah Tinggi tersebut.

2. Jusuf Wanandi dan Sofyan Wanandi membantah terlibat pendanaan PRD ketika menemui Bakorstanas tanggal 26 Januari 1998, namun keesokan harinya pada tanggal 27 Januari 1998 mereka mengadakan pertemuan mendadak di Simprug yang diduga rumah Jacob Soetoyo bersama Benny Moerdani, A. Pranowo, Zen Maulani dan seorang staf senior kementerian BJ Habibie dan kemudian tanggal 28 Januari 1998, Sofyan Wanandi kabur ke Australia yang sempat membuat aparat berang dan murka. Sofyan Wanandi baru kembali pada bulan Februari 1998.

Bersamaan dengan temuan dokumen penghianatan CSIS dan Benny Moerdani tersebut, dan fakta bahwa Sofyan Wanandi menolak gerakan “Aku Cinta Rupiah” padahal negara sedang krisis membuat banyak rakyat Indonesia marah dan segera melakukan demo besar guna menuntut pembubaran CSIS namun Wiranto melakukan intervensi dengan melarang demonstrasi. Mengapa Wiranto membantu CSIS? Karena dia adalah orangnya Benny Moerdani dan bersama Try Soetrisno sempat digadang-gadang oleh CSIS untuk menjadi cawapres Presiden Soeharto karena CSIS tidak menyukai BJ Habibie dengan ICMI dan CIDESnya.

Kepanikan CSIS atas semua kejadian ini terlihat jelas dalam betapa tegangnya rapat konsolidasi pada hari Senin, 16 Februari 1998 di Wisma Samedi, Klender, Jakarta Timur (dekat lokasi Kasebul) dan dihadiri oleh Harry Tjan, Cosmas Batubara, Jusuf Wanandi, Sofyan Wanandi, J. Kristiadi, Hadi Susastro, Clara Juwono, Danial Dhakidae dan Fikri Jufri. 

Ketegangan terutama terjadi antara J. Kristiadi dengan Sofyan Wanandi sebab Kristiadi menerima dana Rp. 5miliar untuk untuk menggalang massa anti Soeharto tapi CSIS malah menjadi sasaran tembak karena ketahuan mendanai gerakan makar. Akibatnya Sofyan dkk menuduh Kristiadi tidak becus dan menggelapkan dana. Tuduhan ini dijawab dengan beberkan penggunaan dana terutama kepada aktivis “kiri” di sekitar Jabotabek, misalnya Daniel Indrakusuma menerima Rp. 1,5miliar dll. Kristiadi juga menunjukan berkali-kali sukses menggalang massa anti Soeharto ke DPR, dan setelah CSIS didemo, Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta (FKMIJ) yang setahun terakhir digarap segera mengecam demo tersebut. Di akhir rapat disepakati bahwa Kristiadi akan menerima dana tambahan Rp. 5 miliar.

Karena kondisi sudah mendesak bagi Benny Moerdani, kakak beradik Wanandi dan CSIS sehingga mereka memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan kejatuhan Presiden Soeharto memakai rencana yang pernah didiskusikan di rumah Fahmi Idris pada akhir tahun 1980an yaitu kerusuhan rasial. Adapun metode kerusuhan akan meniru Malari yang dilakukan oleh Ali Moertopo dan Soedjono Hoemardani dengan diperbantukan Sofyan Wanandi yang mendanai GUPPI, yaitu massa yang menunggangi demo mahasiswa UI demi menggulingkan Jenderal Soemitro.

Sekedar mengingatkan Malari yang terjadi pada tanggal 15 - 16 Januari 1976 adalah kerusuhan dengan menunggangi aksi anti investasi asing oleh mahasiswa UI atas hasutan Hariman Siregar, orangnya Ali Moertopo. Kerusuhan mana kemudian membakar Glodok, Sudirman, Matraman, Cempaka Putih, Roxy, Jakarta-By-Pass, 11 mati, 17 luka parah, 200 luka ringan, 807 mobil hancur atau terbakar, 187 motor hancur atau terbakar, 144 toko hancur dan 700 kios di Pasar Senen dibakar habis. Ini semua buah tangan Wanandi bersaudara, Ali Moertopo dan CSISnya.


Masalah yang harus dipecahkan untuk membuktikan bahwa CSIS adalah dalang Kerusuhan 13-14 Mei 1998 adalah:

1. Siapa yang membuat rencana dan mendanai (think);
2. Identitas massa perusuh (tank); dan
3. Siapa yang bisa menahan semua pasukan keamanan dan menghalangi perusuh?

Ad. 1. Pembuat rencana sudah dapat dipastikan muridnya Ali Moertopo, dalang Malari, yaitu Benny Moerdani dan Jusuf Wanandi. Sedangkan dana juga sudah dapat dipastikan berasal Sofyan Wanandi yang meneruskan peran almarhum Soedjono Hoemardani sebagai donatur semua operasi intelijen CSIS dan Ali Moertopo.

Benny Moerdani mengendalikan Kerusuhan 13-14 Mei 1998 dari Hotel Ria Diani, Cibogo, Puncak, Bogor. Adapun SiaR milik Goenawan Mohamad yang tidak lain sekutu Benny Moerdani bertugas membuat alibi bagi CSIS, antara lain dengan menyalahkan umat muslim sebagai dalang Kerusuhan 13-14 Mei 1998 dengan menulis bahwa terdapat pertemuan tujuh tokoh sipil dan militer pada awal Mei 1998 antara lain Anton Medan, Adi Sasono, Zainuddin MZ, di mana konon Adi Sasono menegaskan perlu kerusuhan anti-Cina untuk menghabiskan penguasaan jalur distribusi yang selama ini dikuasai penguasa keturunan Tionghoa.






Ad. 2. Sampai sekarang massa perusuh tidak diketahui identitasnya namun dalam sejarah kerusuhan CSIS, penggunaan preman bukan hal baru. Dalam kasus Malari, CSIS membina dan mengerahkan GUPPI, tukang becak, dan tukang ojek untuk tujuan menunggangi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Dalam kasus penyerbuan ke Timor Leste, CSIS dan Ali Moertopo mengirim orang untuk bekerja sama dengan orang lokal melawan Fretilin sehingga Timor Leste menjadi kisruh yang kemudian menjadi dalih bagi Benny Moerdani menyerbu Timor-Timur. Begitu juga dalam kasus Kudatuli, CSIS menggunakan preman dan buruh bongkar muat dari daerah Pasar Induk Kramat Jati, 200 orang yang terlatih bela diri dari Tangerang, dan lain sebagainya.

Bahkan setelah reformasi, terbukti Sofyan Wanandi mendalangi demonstrasi yang menamakan diri Front Pembela Amar Maruf Nahi Mungkar yang menuntut Kwik Kian Gie mundur karena memiliki saham di PT Dusit Thani yang bergerak dalam usaha panti pijat ketika pemerintah dan DPR berniat menuntaskan kredit macet milik kelompok usaha Sofyan Wanandi sebagaimana diungkap Aberson Marle Sihaloho dan Didik Supriyanto, keduanya anggota fraksi PDIP. Adapun kredit macet dimaksud adalah hutang PT Gemala Container milik Sofyan Wanandi kepada BNI sebesar Rp. 92miliar yang dibayar melalui mekanisme cicilan sebesar Rp. 500juta/bulan atau baru lunas 184 tahun kemudian, dan tanpa bunga.

Ad. 3. Adalah fakta tidak terbantahkan bahwa tidak ada tentara selama kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998, dan bilapun ada, mereka hanya menyaksikan para perusuh menjarah dan membakar padahal bila saja dari awal para tentara tersebut bertindak tegas maka dapat dipastikan akan meminimalisir korban materi dan jiwa. Pertanyaannya apakah hilangnya negara pada kerusuhan Mei disengaja atau tidak?

Fakta lain yang tidak terbantahkan adalah Kepala BIA yaitu Zacky Anwar Makarim memberi pengakuan kepada TGPF bahwa ABRI telah memperoleh informasi akan terjadi kerusuhan Mei. Namun ketika ditanya bila sudah tahu mengapa kerusuhan masih terjadi, Zacky menjawab tugas selanjutnya bukan tanggung jawab BIA. Jadi siapa “user” BIA? Tentu saja Panglima ABRI Jenderal Wiranto yang berperilaku aneh sebab Jakarta rusuh pada tanggal 13 Mei 1998 dan pada tanggal 14 Mei 1998 dia membawa KSAD, Danjen Kopassus, Pangkostrad, KSAU, KSAL ke Malang untuk mengikuti upacara serah terima jabatan sampai jam 1.30 di mana sekembalinya ke Jakarta, kota ini sudah kembali terbakar hebat.

Keanehan Wiranto juga tampak ketika malam tanggal 12 Mei 1998 dia menolak usul jam malam dari Syamsul Djalal dan dalam rapat garnisun tanggal 13 Mei 1998 malam dengan agenda situasi terakhir ketika dia membenarkan keputusan Kasum Letjend Fahrul Razi menolak penambahan pasukan untuk Kodam Jaya dengan alasan sudah cukup. Selain itu Wirantomenolak permintaan Prabowo untuk mendatangkan pasukan dari Karawang, Cilodong, Makasar dan Malang dengan cara tidak mau memberi bantuan pesawat hercules sehingga Prabowo harus mencarter sendiri pesawat Garuda dan Mandala. Bukan itu saja, tapi KSAL Arief Kusharyadi sampai harus berinisiatif mendatangkan marinir dari Surabaya karena tidak ada marinir di markas mereka di Cilandak KKO dan atas jasanya ini, Wiranto mencopot Arief Kusharyadi tidak lama setelah kerusuhan mereda.

Mengapa Wiranto membiarkan kerusuhan terjadi? Tentu saja karena dia adalah orangnya Benny Moerdani, dan setelah Soeharto lengser, Wiranto bekerja sama dengan Benny Moerdani antara lain dengan melakukan reposisi terhadap 100 perwira ABRI yang dipandang sebagai “ABRI Hijau” dan diganti dengan perwira-perwira yang dipandang sebagai “ABRI Merah Putih.”

Setelah Kerusuhan 13-14 Mei 1998, Wiranto bergerak menekan informasi mengenai terjadinya pemerkosaan massal terhadap wanita etnis Tionghoa termasuk marah karena pengumuman dari TGPF bahwa terjadi pemerkosaan selama kerusuhan. Tidak berapa lama, Ita Marthadinata, relawan yang membantu TGPF dan berumur 17 tahun mati dibunuh di kamarnya sendiri dengan luka mematikan di leher sedangkan sampai hari ini latar belakang pembunuhnya yaitu Otong tidak diketahui dan dicurigai dia adalah binaan intelijen. Kecurigaan semakin menguat sebab beberapa hari sebelum kejadian, Ita dan keluarganya membuat rencana akan memberikan kesaksian di Kongres Amerika mengenai temuan mereka terkait korban Kerusuhan 13-14 Mei 1998.


(AM Panjaitan)

Jadi Kenapa Kecurangan dalam pemilu TNI/POLRI hanya diam saja, Bukankah mereka punya bukti kuat bahwa prabowo mendapat 54% suara lebih unggul dari pada jokowi...lantas siapakah yang ada dalam pimpinan TNI / POLRI sekarang...Barisan hijau kah atau Barisan Merah kah...?

Jika Anda Pintar Pasti Tidak Cukup Sekali Membaca Artikel FAKTA Ini...!!


Waspadalah - Waspadalah !!
Terhadap para mafia-mafioso, political dan militaries...


PESAN PRESIDENT RI 1 SOEKARNO : 

Di jamanku melawan penjajah itu lebih mudah sebab melawan bangsa asing

Namun di jaman kalian esok melawan penjajah itu lebih sulit karna musuhnya anak bangsa sendiri "


Selamatkan Indonesia....!!


Like And Share !





Sumber :
Gebraknews.com







Rabu, 30 Juli 2014

VIDEO AROGAN AHOK KEPADA TV ONE KETIKA WAWANCARA MASALAH SUBSIDI BBM AKAN DI TIADAKAN


BBM BERSUBSIDI AKAN DI TIADAKAN, HEBAAT

Kedzoliman yang Nyata Pada Rakyat Indonesia





Lihat Videonya Disini :




Like And Share !



KONSPIRASI SYIAH TERHADAP PRABOWO DAN KOALISINYA

Bahan Kecaman Jokowers Dan Para Media Supportnya...Konspirasi Para Orang-Orang Curang.





PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sekarang sedang jadi "bahan kecaman" fitnah para jokowers dan media cukognya, kecaman dan fitnahannya lebih parah dibanding sebelumnya yang cuma sekedar dibilang partai korup, partai sapi (walaupun setelah disidangkan KPK oknumnya tidak terlibat langsung, tapi cap sapi masih saja dilontarkan). 

Nah sekarang, untuk memisahkan Prabowo Subianto dengan partai koalisinya, targetnya PKS, maka dibilang PKS itu Wahabi (aliran Islam garis keras), yang secara tidak langsung Prabowo juga Wahabi, dan bentuk kecaman dan fitnah yang lebih sadis lagi. Tujuannya sederhana, agar kekuatan Prabowo pecah, koalisi Merah Putih tidak solid lagi, sehingga kalau Jokowi terpilih, DPR gak solid lagi, yang akan melancarkan segala bentuk keputusan jokowi, banteng busuk, langkahnya gampang ketebak.



Anda tahu bukan hanya para liberal saja yang bergabung dengan jokowi ini ..setidaknya ada pihak lain yang berbahaya yaitu SYIAH..dimana syiah selalu menyebut umat islam dengan sebutan WAHABI..

karena ada syiah inilah maka indonesia dalam ancaman besar.


Tolak Syiah, JIL, Asing Dan Para Kesesatan Lainnya Di Indonesia dimana mereka akan merusak stabilitas keamanan NKRI

Terima Kasih.


Like And Share !



GAWAT..TIMSES JOKOWI MUSDAH MULIA KAKAK IPAR KETUA MK

Siti Musda Mulia Timses Jokowi Kakak Ipar Hamdan Zoelva Ketua MK 

Siti Musda Mulia salah satu tim sukses pasangan calon presiden - wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla, ternyata adalah istri dari Prof Dr. Ahmad Thib Raya, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat, Banten, yang juga merupakan kakak tertua (sulung) dari Hamdan Zoelva Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.

Hamdan Zoelva yang menikah RA Nina Damayanti, adalah adik ipar dari Siti Musda Mulia, aktifis Feminisme salah satu anggota inti Tim Sukses Jokowi - JK, yang getol mencanangkan penghapusan TAP MPR tentang larangan faham Komunis. Lebih jauh lagi, Siti Musda Mulia yang juga istri Ahmad Thib Raya, bermaksud melegalkan komunisme di Indonesia.




Hamdan Zoelva adalah adik kandung Ahmad Thib Raya. Mereka berdua adalah putra dari Tuan Guru K.H. Muhammad Hasan, pendiri dan pengelola Pesantren Al Mukhlisin di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Mengenai apakah MK yang diketuai Hamdan Zoelva, adik ipar Siti Musda Mulia yang timses Jokowi JK, Silahkan rakyat Indonesia menjadi saksinya.

Sebelum permohonan gugatan sengketa Pilpres diajukan Prabowo-Hatta, sejumlah aktifis koalisi LSM yang dikenal ini pro Jokowi-JK dan anti Prabowo-Hatta, seperti ICW, Pukat dan lain telah menemui Hamdan Zoelva di ruang kerja Ketua Mahkamah Konstitusi (21/7/2014).

“Bila ada yang menggugat ke MK, saya menjamin para hakim MK akan netral dalam pengam­bilan keputusan dalam sidang sengketa pilpres,’’ kata Hamdan Zoelva, Selasa 22 Juli 2014 lalu.
Menurutnya, meski mempu­nyai latar belakang yang berbeda, ada yang diusulkan Presiden, Mahkamah Agung, dan DPR, Hakim MK tetap independen.

“Justru karena perbedaan itu akan tercipta keseimbangan. Jangan khawatir, kami tetap in­dependen. Kami akan memutuskan secermat mungkin,” paparnya pada jumpa pers MK, 22 Juli 2014 lalu. (ST/021)

Waspada - Waspadalah...Terhadap Orang Orang Yang Curang Secara Masiv Dan Terencana.


Like And Share !




Sumber :
Asatunews.com


MANTAPSS..JACKIE CHAN JADI DUTA PARIWISATA INDONESIA

Jackie Chan Jadi Duta Pariwisata Indonesia


JAKARTA - Aktor dan bintang film laga asal Hongkong, Jackie Chan, diangkat menjadi Duta Pariwisata Indonesia khusus untuk pasar Tiongkok alias China.
Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, di Jakarta, Selasa, mengatakan, pemerintah Indonesia akan secara resmi mengangkat aktor kawakan yang lahir di Victoria Peak, Hongkong, pada 7 April 1954, itu dalam waktu dekat.
"Penobatan secara resmi akan dilakukan pada 30 Agustus 2014, dalam acara China International Travelmart di Guang Zho," kata Niscaya.



Pada kesempatan itu Jackie yang sudah tampil dalam sedikitnya 100 judul film itu akan menyanyikan lagu Bengawan Solo yang selama ini dikenal publik secara luas di China.
Lagu Bengawan Solo versi Mandarin yang dinyanyikan Jackie Chan akan direkam dan bisa diunduh secara gratis di website cn.indonesia.travel.
Jackie yang juga penyanyi Cantopop dan Mandopop itu nantinya akan bertugas turut serta mempromosikan pariwisata Indonesia dalam setiap kegiatannya.
Pihaknya memilih aktor laga yang mendalami seni peran sejak era 1970-an tersebut mengingat kiprahnya yang telah begitu dikenal bahkan di dunia internasional.
"Ini akan sangat menguntungkan bagi Indonesia dan kami harapkan ini bisa membantu target untuk mampu menjaring 1 juta wisatawan dari Tiongkok tahun ini," katanya.
Promosi semacam itu, kata Nia, dinilainya efektif karena pemerintah Indonesia tidak perlu mengeluarkan dana apapun sebagai kompensasi terhadap duta yang ditunjuk.
Namun dampak yang ditimbulkannya relatif besar seperti ketika beberapa tahun lalu, pihaknya mengangkat ekonom dunia Phillip Kotler sebagai duta pariwisata Indonesia.

Siapa Yang Suka Dengan Film2 Jackie Chan ?


Like And Share !


Sumber:
Tribun.com

Selasa, 29 Juli 2014

SYAHRINI BERJUBAH MEWAH, DI KIRA TENDA PRAMUKA

Berjubah Mewah di Madinah, Syahrini Malah Dikira Tenda Pramuka



Menjadi seorang Syahrini bukanlah sesuatu yang mudah. Selain selalu disorot karena dia adalah selebritis,Syahrini kerap menimbulkan pro kontra terkait gaya hidupnya yang kerap dia posting di akun Instagram pribadinya.

Kamu tentu masih ingat bagaimana banyak orang yang memuji sekaligus mengkritik tajam gaya berbusana Syahrini. Mulai dari busana yang dipakai terlalu mewah dan ketat sampai tudingan bahwaSyahrini adalah suka pamer kehidupan mewahnya.



Namun Syahrini seakan terus melaju dengan penuh percaya diri. Seperti baru-baru ini Syahrinimemilih menghabiskan Lebaran dengan berjalan-jalan di Eropa termasuk berkunjung ke Mekah dan Madinah.


Selama berada di Madinah, seperti kebiasaannya memakai kostum yang mewah dan berkelas,Syahrini memakai semacam gamis atau kaftan berjubah sekaligus hijab berwarna hitam dengan hiasan bulu-bulu beludru berwarna putih. Dalam foto lainnya, Syahrini terlihat duduk bersimpuh di pelataran hotel Zam Zam Clock Tower.



Hanya saja, aksi Syahrini dengan busana mewah itu menimbulkan fenomena konyol di internet. Dalam fotonya, Syahrini duduk dengan melebarkan seluruh bagian busana dan hijabnya yang justru ditanggapi beragam. Ada yang berpendapat bahwa Syahrini mirip tenda pramuka, tumpeng raksasa sampai segitiga bermuda.

Sekali lagi, bukanlah hal yang mudah menjadi sosok Princess Syahrini.

JANGAN DI TIRU YA..SEJATINYA KITA BERIBADAH DENGAN BERBUSANA RAPI DAN SANTUN JANGAN BERLEBIHAN KARENA BERLEBIHAN DALAM BERSOLEK ITU TIDAK BOLEH


JANGAN KALIAN JADI KORBAN MEDIA DAN FASHION BERLEBIHAN APALAGI ALA BARAT.

Like And Share !




Sumber :
Kapanlagi.com

SIAPAKAH "ISIS" SEBENARNYA ?

ISIS = (Islamic State in Iraq and al-Sham).




ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham), terus menjadi pembicaraan. Media-media Barat menyebut bahwa ISIS merupakan cikal bakal teroris yang akan meneruskan gerakan Al-Qaidah. Jika nama terakhir tak pernah secara definitif diberitakan keberadaannya secara geografis, ISIS secara gamblang disebut di Irak atau Suriah. Siapa Isis sebenarnya?
Dalam bahasa Arab, ISIS atau Islamic State in Iraq and Al-Sham, merupakan terjemahan dari Organisasi Ad-Daulah Al-Islamiyah fi Al-Iraq wa Ash-Sham. Tapi Associated Press, dan Amerika menyebutnya sebagai Islamic State in Iraq and The Levant (ISIL).
Aljazeera melaporkan organisasi ini ada kaitannya dengan arus gerakan Salafiyah Jihadiyah yang menghimpun berbagai unsur berbeda untuk bertempur di Irak dan Suriah, dan di medan tempur, mereka terbagi-bagi di bawah sejumlah front. Karena kondisi tersebut, dimunculkanlah nama organisasi yang menyebut istilah “Ad-Daulah Al-Islamiyah” (Islamic State). Nama ini sekaligus menjadi magnet yang menarik banyak pasukan dari berbagai daerah di medan perang untuk menyatakan kesetiaannya di bawah organisasi payung yang besar.

                                                       Pendirian Dan Kepemimpinan

Organisasi Daulah Islamiyah, awalnya terbagi dua. Yakni Daulah Islamiyah fil Iraq yang di media massa dikenal dengan nama “Daash” dan disandarkan pada Kelompok Tauhid wal Jihad yang didirikan tokoh berkebangsaan Yordania, Abu Musa Az Zarqawi di Irak tahun 2004, paska invasi militer AS ke Irak.
Zarqawi pada tahun 2006, menyatakan kesetiaannya pada pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden dan meminta agar organisasinya menjadi bagian dari organisasi Al-Qaeda. Selanjutnya pada tahun yang sama, dibentuk Dewan Syuro Mujahidin di bawah kepemimpinan Abdullah Rashed Al-Baghdadi.
Tapi Zarqawi akhirnya tewas dalam serangan AS pada pertengahan tahun 2006 dan kepemimpinan Daulah Islamiyah beralih ke Abu Hamza Al Mohajir. Hanya 4 tahun kemudian, tepatnya tanggal 19 April 2010 tentara AS di Irak berhasil membunuh Abu Hamza Al-Mohajir. Dan dalam waktu sekitar sepuluh hari, Dewan Syuro menyelenggarakan pertemuan untuk memilih Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pengganti kepemimpinan Daulah Iraq Islamiyah.



Munculnya Konflik

Tanggal 9 April 2013, muncul sebuah rekaman suara yang dikaitkan dengan suara Abu Bakr al-Baghdadi, yang menyatakan bahwa Jabhah Nushra (Front Kemenangan) di Suriah merupakan perpanjangan dari organissi Daulah Iraq Islamiyah. Dalam rekaman itu, nama Jabhah Nushrah dan Daulah Iraq Islamiyah dihapus untuk kemudian diganti menjadi Daulah Islamiyah fil Iraq wa Asy-Syam. Inilah awal terbentuknya organisasi yang kemudian dikenal oleh media asing dengan istilah ISIS atau ISIL.
Awalnya, Jabhah Nushrah menerima bergabung dengan ISIS. Tapi kemudian terjadi perbedaan dan bahkan kontak senjata. Di Suriah, berbagai organisasi oposisi bersenjata termasuk Jabhah Nushrah, bentrok dengan kelompok pasukan Daulah, terkait penguasaan dan pengendalian beberapa lokasi di Suriah. Di sejumlah lokasi yang dikuasai oleh Daulah, dikabarkan tempat-tempat itu juga pasukan ISIS menerapkan sikap keras dalam penerapan syaraiat Islam dengan menghukum mati sejumlah tokoh kabilah. Kelompok ini secara terbuka juga menentang permintaan Aiman Zawahiri, yang merupakan ketua organisasi Al-Qaeda, yang meminta agar ISIS fokus di Irak dan tidak masuk ke wilayah Suriah yang merupakan wilayah tempur Jabha Nushrah.

ISIS dan Jabha Nushrah

Perselisihan dan pertempuran antara ISIS dan Jabha Nushrah –keduanya terinspirasi dengan Al-Qaeda— di Suriah, memunculkan perselisihan mendalam antar pimpinan.
Abu Mohammed Adnani, juru bicara ISIS, pada bulan Mei 2014 menyerang Zawahiri dan menafikan bahwa kelompoknya merupakan cabang dari Al-Qaeda. “Tak pernah terjadi apa yang disebutkan itu,” demikian ujar Adnani. Aiman Zawahiri dikenal sebagai pimpinan Al-Qaeda, yang menjadi rujukan para pimpinan berbagai organisasi jihad.
Sedangkan Esham Barqawi atau Abu Muhammad Al-Maqdisi, yang disebut sebagai referensi spiritual kelompok Salafiyah Jihadiyah, juga mengkritik ISIS dan menyebutkannya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya rekonsiliasi dengan Jabha Nushrah di Suriah.




Kekuatan Militer

Sejak tahun 2006, ISIS memiliki kekuatan militer besar dan menjadi organisasi militer terkuat di Irak. Mereka mulai memberi pengaruh di daerah yang luas, tetapi mereka harus berhadapan dengan munculnya organisasi Dewan Kebangkitan yang merupakan perhimpunan bersenjata dari klan dan kabilah Irak, yang didirikan untuk melawan organisasi al-Qaeda serta mendapat dukungan pasukan AS dan pemerintah Irak.
Sedangkan di Suriah, ISIS yang menghimpun para pasukan dengan kualitas tempur yang lebih baik, berhasil meraih sejumlah kemenangan di Suriah. Mereka relatif menguasai penuh wilayah Deir al-Zour di perbatasan dengan Irak. Tapi di sisi lain, mereka kehilangan pengaruh di Aleppo dan pedesaan sekitarnya, hingga akhirnya seluruh pasukannya harus angkat kaki dari Aleppo.
Charles Lester, peneliti Pusat BrookingsInstitute yang terletak di Doha, menyebutkan perkiraan jumlah pasukan organisasi Daulah Islamiyah di Suriah mencapai 6000 atau 7000 personil. Sedangkan di Irak, sekitar 5000 hingga 6000 personil.
Aljazeera menyebutkan, secara umum pasukan organisasi Daulah Islamiyah, mayoritas pasukannya ada di Suriah. Mereka adalah orang-orang Suriah. Akan tetapi pemimpin organisasi Daulah, mayoritas datang dari luar Suriah yang sebelumnya memiliki pengalaman perang di Irak, Chechnya, Afghanistan dan berbagai medan tempur lainnya. Sedangkan di Irak, mayoritas pasukan Daulah Islamiyah adalah orang-orang Iraq sendiri. Pakar masalah Timur Tengah Roman Caillet dari French Institute mengatakan bahwa mayoritas pasukan organisasi Daulah Islamiyah, adalah orang-orang Irak atau Libya.

ISIS Terinfiltrasi ?

Benarkah ISIS terinfiltrasi? Abdullah bin Mohammed, analis strategi Salafiy Jihadi mengatakan bahwa pada awalnya ia membantah dan meragukan informasi itu. Namun sejumlah informasi dari kelompok Anshar Islam Sunni di Irak menunjukkan ISIS di Irak, sulit dikendalikan.
Organisasi Anshar Islam Irak – arus sunni di Irak – pada Februari 2013 berkirim surat pada pimpinan Al Qaeda Aiman Zawahiri, yang menegaskan konflik antara pasukan ISIS dan sejumlah kelompok di Irak, adalah karena tidak adanya penanggung jawab resmi dari organisasi itu di Irak. Dengan tidak adanya sumber itu, muncul banyak inisiatif lapangan yang pada akhirnya berbenturan dengan kelompok mujahidin Irak seperti kelompok Anshar Islam dan lainnya. Berulangkali, pasukan ISIS dikabarkan menyerang keolompok Jamaah Anshar Islam. Sementara pihak Anshar Islam mencoba mengendalikan diri untuk memelihara situasi dari kondisi genting.

Pendanaan

Hingga kini masih simpang siur soal sumber pendanaan ISIS. Pihak yang membiayai, bisa kelompok intelejen yang berkepentingan secara regional, atau bisa juga ISIS di Suriah maupun Irak membiayai aktifitasnya dari sumber dana potensi daerah yang dikuasai. ISIS di Suriah menguasai sejumlah sumur minyak dan telah ada laporan terkait penjualan minyak mentang ke para pembeli local, bahkan hingga pemerintah Suriah juga membeli dari mereka. Belakangan, mereka menguasai kota Mosul, sebagai kota terbesar kedua di Irak dari sisi jumlah penduduk pada 11 Juni 2014. Mereka juga menguasai Tikrit yang merupakan basis kelompok pro Saddam Husein. Dan di dua kota itu, mereka memperoleh dana yang besar.
Namun demikian sejumlah pengamat tidak melihat bahwa jatuhnya Mosul dan Tikrit adalah karena kekuatan personil ISIS, melainkan karena dukungan kelompok bersenjata kabilah yang dahulunya adalah loyalis mantan penguasa Irak, Saddam Husein.




Selebihnya baik atau buruknya tentara ISIS kembali pada niat perjuangan mereka dalam membela agama islam dan rakyat suriah,irak,palestina dan negara2 lainnya bukan malah sebaliknya....!!

Slogan : "Sunni Yang Baik Dimusuhi Oleh Syiah, Waspadalah"

Semoga Bermanfaaat.


Sumber :
  1. Aljazeera.net
  2. “Haqiqa Ikhtiraq Tanzim Daulah Islamiyah fil Iraq wa Asy Syam” , Daash.
  3. Syirianmediacenter.com
  4. beritapalestina.com
  5. Islampos.com



Like And Share !