Halaman

Senin, 25 Agustus 2014

INI NEGARA GIMANA, APAKAH PETANI AKAN DI BUNUHI ?

Saya baru balik dari kampung saya, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari , kabupaten Madiun. Kecamatan Kebonsari itu, bersebelahan dengan kecamatan Takeran asal-muasal, menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Saya yg masih membawa rasa sedih setelah malamnya saya melihat banyak korban di RS Gatot Subroto , hati sy tambah teriris, saya melihat kenyataan rakyat di desa saya, dan desa2 lain , di Kabupaten Madiun.
Yg mereka alami sekarang di Madiun adalah musim kering yg luar biasa, dan penderitaan petani per hari kemarin seperti terhimpit "neraka dunia".

Bagaimana tidak? Mereka yg biasanya menyewakan tanahnya ke Pabrik Gula, ternyata harga sewanya jatuh sampai hampir 40 persen, dan itu pun uangnya tidak ada. Jadi maksudnya begini, dengan alasan pabrik tdk punya duit, maka sewa-sewa tanah itu yg bandari para calo, nah para calo inilah yg minjami duit parbrik dulu. JAdi anda bisa bayangkan, bagaimana permainan harga terjadi.


Mereka (petani) yg mau garap sendiri tanahnya, kenyataannyanya saat ini (per hari kemarin) terjadi KELANGKAAN PUPUK. Sementara yg mau mengubah fungsi tanah dari bertahun-tahun ditanami gula (disewa pabrik) sangat tidak mudah untuk diubah ditanami yg lain, karena unsur haranya sudah berkurang atau menipis. Kalau mau menanam Padi pun sekarang juga susah karena tidak ada air, dan mau di airi dari air yg disedot dengan diesel , ternyata Solar juga lanngka, kalau ada harganya juga mahal. Bukan hanya Solar, BBM jenis lain seperti premium , juga tidak mudah dicari.

Anda bisa bayangkan, saya seperti melihat "mayat-mayat" hidup para petani sekarang di desa saya, dan desa-desa tetangga saya . Sama sedihnya saat saya melangkah ke Pantai Popoh (Tulung Agung) , dan sekitarnya ternyata para nelayan itu sdh berminggu-minggu tidak melaut , karena kelangkaan Solar. Atau kalau ada harganya sangat mahal, sehingga kalau dipaksakan melaut justru malah merugi .Padahal mereka tiap hari harus makan, dan harus menyekolahkan anak-anak mereka..
Kenapa di atas di paragraf pertama, saya tekankan bahwa kecamatan saya dekat dengan rumah Dahlan Iskan (menteri BUMN), saya hanya sekedar menunjukkan , bahwa dari desa sang menteri berasal pun ironi hidup pertani terjadi...Ingat Pupuk di bawah kendali menteri BUMN, Kebijakan Pabrik gula di bawah kendali menteri BUMN, kelangkaan BUMN dan SOlar di bawah kendali Menko , menteri ESDM, dan Mentri BUMN....

Saya ditanya para petani, "Niki negarane dos pundi Bu? Niki petani nopo ajeng dipejahi? " (ini negaranya gimana Bu, apakah petaninya akan dibunuhi?"). ...Saya tidak bisa menjawab, apalagi saat di hadapan saya disodorkan anak-anak sakit yg tidak terobati , atau ibu-ibu yg badannya sudah kurus kering, karena sudah lama sakit-sakitan........saya bukan pemerintah, saya hanya bisa membantu sebatas yg ada di ATM saya, namun saya kuras pun ATM saya tidak akan menyelesaikan persoalan, karena persoalan mereka adalah persoalan KEBIJAKAN dan KEBERPIHAKAN PEMERINTAH!

Wahai Jokowi dan para pengikutnya yg nanti akan duduk di pemerintahan, yg mengalami pendertaan (petani dan nelayan) itu, bukan hanya pemilih Prabowo tapi juga pemilih Anda. JAdi sy tunggu apa yg kalian lakukan untuk rakyat desaku dan desa-desa lain di Indonesia. ...ahhhhh tapi sy yang mengenalmu dan orang2 yg mendukungmu, kok ragu kamu akan bisa mengatasi, karena saat sy mau pulang ke Jakarta saya dapat kabar, ternyata yg memonopoili Pupuk sehingga terjadi kelangkaan itu adalah para oknum dari Partai Pendukungmu....

Jadi siapakah yang rakus jabatan sebenarnya no.1 apa no.2 ?

Anda Bisa Menjawabnya Sendiri !!



Like & Share !





Sumber :
Naniek S Deyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar